Selasa, 28 September 2010

(?)

Hai Pa. Aku dapet beasiswa. Berkat Papa. Terimakasih. Take Care. Aku selalu doain papa. Jangan lupa dateng ke mimpiku. Mama baik. Aget sekarang nggak diem lagi. Temennya banyak, setiap hari main terus. Anya makin pinter. Nilainya bagus. Aku sangat baik. Kuliahku lancar. Tapi aku nggak bisa dimata kuliah senam. Aku ditarik masuk Squash. Aku masuk timnas rugby. Aku....aku kangen sebenernya. Aku tidur ya. Bye.

Rabu, 21 Juli 2010

Untitled

Kejar itu tidak pasti.
Kesana kemari masih saja menanti.
Jika kutulis sedikit aku dikata dramatisasi.
Kejar itu abadi,
Bahkan menahun rasa ini dalam nadi.
Sudah dimiliki, sudah dipunyai.
Tetap saja kejar ambil depan posisi.
Kejar tanpa dikejar,
tentu sakitnya sampai akar.
Seperti bunga setengah mekar.
Jangan tanya aku siapa.
Sesaat setelah adegan kejar-kejaran,
Aku lupa.
Lalu terlena, dan akhirnya semakin lupa.
Aku siapa ya?

Rabu, 30 Juni 2010

Cerita si Sulung

Papa,
Semua indah semenjak 18 tahun yang lalu. Semua begitu indah.
Sekarang juga akan tetap indah.
Dengan berjejer foto papa tampan tertawa.
Dengan jutaan kenangan yang papa tinggalkan.
Semua akan indah.

Tapi 8 Juni 2010 tidak akan sebahagia hari yang lain.
Ketika anak papa diterima di jurusan Ilmu Pemerintahan di sebuah Universitas Negeri.
Ketika anak papa dengan gembira berteriak "Papa aku dapet FISIP"
Papa tau kan?
Itu yang anak papa mau. Bahkan dari semenjak ia mengenakan putih abunya.
Papa selalu tahu itu.
Karena anak papa tidak akan melewati satupun hari tanpa bercerita.
Tentang sekolah, cita-cita, cinta, dan segalanya yang papa harus tau.
Papa tau segala sesuatu tentang anak perempuan sulungnya.
Karena sebelum tidur,
Selama papa terbaring tak berdaya..
Anak perempuan papa selalu memeluk papa..
Mendoakan papa agar papa cepat sembuh dan bisa kembali ceria..
Lalu papa mulai bercerita
Tentang hidup dan harapannya kepada anak perempuan yang sedang memeluknya.
Papa adalah papa nomor 1 didunia.
Tidak pernah menuntut lebih, tidak juga memaksakan kehendak.
Papa hanya mau anaknya memilih apa yang disukainya, dan papa berjanji akan menuntun anak perempuannya meraih cita-cita.

Tapi, 8 Juni 2010 tidak akan bisa menggantikan jutaan kenangan yang pernah ada.
Ketika setelah anak sulungnya menunggu jawaban papa.
Papa berusaha bicara. Berusaha menggerakan stroke di kaki kanannya.
Berusaha mengambil handphone yang sedari tadi di pegang mama.
Berusaha bicara..tapi terbata.
Papa, jangan dipaksa. Istirahatlah.
Dan akhirnya setelah itu..
Papa istirahat untuk selamanya.
Selamanya...
Papa sembuh
Selamanya..
Papa bahagia
Selamanya...

Papa meninggalkan anak sulungnya yang membohongi hatinya.
Berusaha kuat, tidak menangis, tidak bersedih, bahkan anak sulungnya berusaha menenangkan semua orang yang papa tinggal pergi.
Tapi, kenyataan berbeda.
Anak sulungnya menangis dan menjerit dalam hati.
Anak sulungnya kecewa. "Papa belum lihat aku dengan almamater kampusku! Papa belum lihat aku memegang ijazah SMA tanda kelulusan. Papa pergi sesaat setelah aku menelepon Papa. Papa, kenapa secepat ini?" Begitu berulang kali yang ia raung dalam hati.
Anak sulungnya enggan menangis.
Anak sulungnya seolah tidak peduli dan tidak merindukan papa.
Padahal, didalam hatinya.......

"Pa, aku kangen. Aku kangen ketika kita harus berhenti di suatu waktu. Bercerita di meja makan. Hanya kita berdua sementara adik-adik pergi mengaji. Aku kangen ketika papa masuk ke kamar ku dan mengomentari segala sudut yang papa bilang 'Ini masih kotor, bersihin lagi' aku kangen ketika papa menemani aku lari pagi sementara papa bersepeda dan kita masih saja berdiskusi..Apapun, pa. Kita tidak pernah beda pendapat. Selalu sama. Aku kangen mie goreng bikinan papa, aku kangen papa yang setiap malam minggu duduk di bangku ruang tamu menunggu aku pulang hingga larut malam, bahkan aku kangen 23 April. Tanggal dimana aku berulang tahun dan sewaktu ada papa. Papa lah yang pertama membuka pintu kamar, memeluk dan cium pipi aku hampir selama 18 tahun ini. Aku kangen itu semua"

Begitulah kira-kira si anak sulung selalu bicara setiap malam.
Ketika lampu padam, mama dan adik-adik pun sudah lelap.
Anak sulungnya terjaga..
Dalam ketidak mampuan yang tak terhingga untuk menggapai Papa.
Dalam sesak dada karena seharian menahan tangis dan rindu yang tiada tara.
Anak sulung itu menangis.
Merindukan sang papa yang pasti sedang tertawa di sisi Sang Maha Pencipta.



PS: Aku punya cerita pa, nanti ya kalo aku main ke tempat papa. Dia orang baik, pasti papa suka dan setuju :) . Oh iya, ada salam dari Anya dan Aget, rapot mereka semester ini naik loh :) Aku juga, nilai rapotku bagus. Usaha mama makin maju loh pa, papa harus tau itu semua. Aku ada banyaaak sekali cerita. See you soon. I love you :)

Selasa, 22 Juni 2010

Glee

#glee : hello - I can see it in your eyes
I can see it in your smile
You’re all I’ve ever wanted
And my arms are open wide
Cause you know just what to say
And you know just what to do
And I want to tell you so much
I love you

Senin, 21 Juni 2010

I WOULD KILL TO GO BACK!






I miss you DAD!!

Selasa, 11 Mei 2010

I'm glowing in you, night.

How lucky having this Peacock in my head.





Hey there people. The photos you see are so my too-late-to-upload photos. I got some souvenir from my uncle. He had been in Alaska and Brazil and how kind, he gave me the cute peacock hat. That peacock usually use for Mardigras Event and also I took a photo with that cute book named "Touch and Feel Alaska's Animals", actually that book belongs to my cousin but I didn't know how come it can leave on my souvenir pocket. This is the right book for you all who had never ever been in Alaska. There, we can feel how warm the bear's fur and it was really a real fur, you can also touch the velvety of moose nose. You don't have to go to Alaska to meet the moose, just touch and feel how the Alaska's animal is . So you never regret buying that book. I guarantee :). Well, I asked my little sister to take several photos and I choose two photos of so many pics that she took for me. It was just because she doesn't like if I ask her too much favor, but she did it well. I love these photos and my little brother helped me in editing. How lucky I am, having a great siblings like them hehehe.
By the way, have you seen my little sister? My mom says she was just a way like me when I was child.









Really, I envy her make-up set! Mom always give what she wants. Lucky you, Cindranya.




Can I be like you, Mr peacock?
Fly me to the sky and I'll go anywhere.
Over mountain, forest and seas and go anywhere that I pleased.
Sometimes I just get bored with all the routine activity as a person.
I really wanna get out from all these things.
So, I can breathe easily.
Greet the white cloud and watching the sunrise without any distraction
Greet another bird, and we fly together across the sky.
Feel the warm air around my body and see,
those green forests are full of big tractors and containers..
They want it woods, they exploit.
They want the animals, they kill them all.
I can't see the green become red easily, fire everywhere.
Those illegal logging, those illegal hunt. They hurt the earth.
Why don't we move to the sea, Mr Peacock?
Tell me how those blue conquer the world and keep us safely.
But, all I can see is only trashes around the beach.
And the blue isn't too blue like what I saw before.
They bomb the sea, they get what they want.
Fishes, shells, pearls, and everything inside the deep blue sea.
I can't stand on this any longer, Sir.
Something have to change personally, and I have to change myself.
This world is going so crazy with all the greedy people around.
They kill the animals, they burn the forest and they bomb the sea.
Isn't it too bad? I can't help cursing them all of any disaster that would happen next.
Save us, God.
And thank you Mr Peacock. You let me explore the world. The horrible world.
Love,
Deandra

Selasa, 04 Mei 2010

Jumat, 30 April 2010

Can you guess who is 18:18?


R...endezvouz
I don't know how to start. But the rendezvous between us has just ruled my life.
I don't know how to end this hard feeling.
But ever since I try to hide from this unspeakable thing.
I can't hide.
The more I try to run the more I believe you're standing there.
The more I try to hide the more I believe this life long wait never make me insane.
So, I miss you.
Despite the fact that you never love me like I do.
But I miss you. All I can say is I miss you.

Sabtu, 24 April 2010

18


Welcome eighteen years old :)

Rabu, 14 April 2010

Tunggu, Mimpi...

Tungguku akan jadi berharga jika kamulah yang jadi jawaban atas semua tanya.
Sangsi yang berlipat dan keraguan yang berkecamuk menjadi tawar dan kamu menjadi pengobat.
Tungguku tidak akan sia-sia ketika kamu datang membawa arwah mu tanpa meski.
Kan kuingat selalu langit dan mega yang menghamparkan ribuan keyakinan tanpa tapi.
Tungguku benar-benar tiada hanya jadi anyir di kali.
Kamu akan datang bawakan aku seikat mawar seperti dahulu.
Aku tahu.
Aku yakin.
Pasti dan tidak akan tidak mungkin.

Ah ya, tirai mimpi pun ditutup. Mimpi memang selalu begitu. Datang padahal aku sedang tidak ingin bermimpi.

Senin, 12 April 2010

Sang Maha Nyeni.

Ibnu Sina memiliki tiga buah seruling. Sekali waktu, ketiga seruling itu dimainkan secara berurutan di istana raja. Ketika seruling pertama dibunyikan, ternyata raja dan penonton lain di istana tertawa. Ketika seruling kedua selesai dimainkan, sang raja dan penonton lainnya menangis. Terakhir, ketika seruling ketiga selesai dimainkan, ternyata seisi ruangan tersebut tertidur.

Seruling, sebagai bagian dari musik atau dunia seni, bagaikan pisau bermata dua. Bebas nilai. Mau menggunakannya untuk kebaikan atau kejahatan, tergantung penggunanya. Dengan terminologi ini, seni bisa jadi jalan untuk ke arah kehancuran, dan bisa juga dijadikan alat untuk berdakwah.

Tidak bisa dibantah. Dunia seni, termasuk musik dan film, berkembang pesat di barat. Seni bahkan sudah jadi komoditi, yang menghasilkan uang banyak. Sayangnya, dunia kapitalis mengeksploitasi seni hanya sekedar untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

Jadilah seni sebagai tontonan, yang melemparkan para bintangnya ke dunia gemerlap. Hasilnya? Rock Hudson dan Freddy Mercury berakhir hidupnya karena aids. Janis Joplin, John Belushi, Jimmy Hendrix, Elvis Presley dan terakhir Michael Jackson, mengakhiri hidupnya dalam usia relatif muda karena ketergantungan obat-obatan terlarang.

Mereka sekedar menyajikan tontonan. Lain di panggung, lain pula di keseharian. Di atas panggung, mereka adalah pribadi-pribadi sempurna yang jadi idola banyak orang yang haus hiburan. Sayangnya, di luar panggung mereka adalah pribadi-pribadi kosong yang haus. Mereka hidup dalam kemunafikan yang parah. Sayangnya lagi, mereka memuaskan dahaga mereka dengan cara yang keliru. Perilaku para bintang ditiru oleh fansnya. Jadilah seni sebagai promotor kehancuran.

Para wali penyebar Islam di tanah jawa, menyisipkan dakwah mereka pada idiom-idiom pewayangan dan tembang-tembang macapatan. Ayat Al-Qur’an dan Hadits nabi masuk dalam keseharian perilaku mereka.

Kini, sisipan seni dalam dakwah hanya dikenal dalam irama gambus atau kasidahan. Film dan sinetron dikemas dengan bumbu-bumbu mistik yang kental. Seolah-olah ayat Al-Qur’an hanya digunakan sebagai pengusir setan.

Allah Maha Indah, dan menyukai keindahan. Saya merindukan, suatu saat digelar sebuah konser musik yang menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Sebuah pertunjukan yang keluar dari pakem yang sudah ada sekarang. Syair-syair indah didendangkan, diiringi dengan musik menyentuh hati. Not only kasidahan. Film dan sinetron berkisah, mengajak pada kebaikan. Bukan hanya bercerita bagaimana ayat-ayat dapat menagkal dan mengusir setan. Para bintangnya menyerukan kebenaran, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Alangkah indahnya ...


Sumber klik disini

Minggu, 11 April 2010

Ibuku adalah,

Ibuku adalah ketika aku datang mengadu sambil menangis tersedu-sedu. Ketika badanku mau runtuh, Ibulah yang mengusap sambil berkata "Kamu memang bukan yang terbaik buat dia". Ibuku memang setan logika. Beliau tidak pernah berpikir bagaiman manis akan dirasa. Beliau selalu melihat segalanya dari sisi abu-abu. "Melihat sesuatu dari kelemahan kita adalah cara paling bijak untuk bertahan hidup" begitu katanya.

Ibuku adalah ketika beliau membentakku dengan kata-kata kasar. Memarahiku dengan mata nanar. Lalu, beberapa menit berselang ia bertanya "kamu sudah makan sayang?". Beliau memang gampang naik darah, omongnya juga tidak mau kalah, dan lagi ia adalah wanita paling keras kepala yang pernah ada. Namun tidaklah ia tega melihat anak sulungnya merasa bersalah. Ia lantas membuatkanku sepiring mie atau apapun yang aku suka.

Ibuku adalah ketika aku meminta segalanya. Apapun itu, selama beliau bisa beliau memenuhinya. Walaupun dengan mata lelah karena seharian bekerja. Ibuku tetap ibu nomor satu di dunia. Ketika aku bangun pagi, ketika itu juga beliau pergi untuk membeli bahan makanan. Lalu dibuatkan lah aku selembar roti sambil berkata "mau makan siang pakai apa?". Lalu ketika siang hari, tak ada makanan di meja. Aku meneleponnya dan berkata "mana sih makanannya ma? kok gak masak?" dengan nada siapa elu siapa gua. Dan ibuku yang biasanya galak berkata "ada di kulkas, kamu panasin makan siangnya" begitu ia berkata walaupun (seperti biasa) dengan nada tidak mau kalah.

Ibuku adalah ketika ia pulang larut malam, dan aku menunggu nya hanya untuk makan malam. Karena beliau rutin membawakan aku dan ayahku makanan. Lalu, selagi kami makan Ibuku bercerita tentang teman kerjanya yang lucu sampai kami tertawa, ia juga membagi cerita tentang bagaimana atasannya yang seringkali suka tidak mau disalahkan. Semua itu seakan menjadi warna khusus pemecah sunyinya malam..begitulah ia berusaha menyembunyikan segala letih yang meradang. Begitu juga beliau berusaha untuk selalu ceria tanpa beban.

Ibuku adalah ketika aku (lagi-lagi) menangis menulis cerita tentangnya. Cerita paling indah untuknya yang hanya bisa kugoreskan dengan kata-kata. Bukan dengan jutaan uang melimpah hasil ku bekerja. Mengingat betapa sering aku melukai hatinya. Mengingat sampai pada detik ini aku belum bisa menjadi seperti pintanya. Tapi aku tak pernah bosan meminta, gadget baru, uang jajan dan segala tetek bengek yang sepertinya tak seharusnya kuminta. Tapi Ibu tetap menurutinya.

Ibuku adalah mutiara, dan semoga nanti aku bisa menjadi malaikat untuknya..

Sabtu, 10 April 2010

This is the point.......

Ngebayangin betapa salah tingkahnya aku depan kamu itu aneh ya?
Iya aneh banget, aku harus slalu cari cara supaya kamu betah ngobrol lama lama sama aku.
Bahkan, setiap kamu sms aku. Aku butuh waktu 7 menit buat mikir apa yang harus aku omongin supaya kamu bisa bales sms aku lagi.
Tapi aneh ya, lewat 3 menit nama kamu ngga muncul di inbox aku. Aku udah cemas, takut kamu ngga bales sms aku.
Tiap nama kamu nongol sebagai panggilan masuk, aku juga takut buat angkat. Aku takut kalo kamu mutusin pembicaraan, ya aku takut garing.
Aku ini kenapa? Bisa tolong kamu jelaskan?
Kenapa aku slalu pengen berlama2 kalo sama kamu?
Rasanya, kemarin itu masih sebentar. Padahal, dimulai dari setaun yang lalu, aku dengerin kamu ngomong di telpon, entah itu 2 jam, 3 jam, bahkan pernah kan sampe 6 jam?
Tapi, masih aja kurang. Rasanya aku mau sama kamu terus. yaaa terus dan terus. Tapi itu nggak mungkin ya?

Oiya, aku butuh waktu untuk berfikir mungkin ngga ya aku bisa sama2 kamu terus.
Ternyata jawabannya 'nggak' waktu aku tanya kenapa? aku pun nggak bisa jawab.
Tapi, aku bisa ngambil kesimpulan dari apa yg udah kita jalanin.
Okaay, kita emang beda..
Keyakinan, tujuan hidup, keinginan, gaya hidup, cara berinteraksi, cara menyampaikan pendapat. Yaaaa, kita amat sangat berbeda.
Sampai sekarang, ngga ada kan yang bisa kita lakuin untuk mempersatukan perbedaan itu?
Malah karena itu kita pisah. Ngomong2 tentang gaya hidup, kita emang beda banget yaaaa?
Kamu yang everyday is party dan aku yang everyday is study. Aaargh, butuh waktu buat ngejelasin isi hati aku. Aku harus berulang kali meng-update notes ini supaya jadi yg aku mau.
Ah aku keras kepala ya?
Aku banyak minta ya?
Atau mungkin aku masih akan tetap seambisius dulu?

Something I miss.

How to say I miss you?
I miss you for everything we've been through..
I miss you so that i'd like to put you my glue..
I miss you but my heart turns blue..

How to say i don't care?

It seems like i need you in affair..
Remember back when i loved the way you fair and square..
If you come back i'll hold you tight, i swear..

Will you even look at me?

Look into my eyes and there's a desire you'll see..
And Feel my heart beats gently..
Finally, you'll find out what I've been dreaming without any dictionary..

I miss that conversation..

The way we collaborated and made an action..
It was a feather in one's cap when we're having some love passions..

I miss you..

In everything you do..
I love you..
So that I wish you'll love me too.

Teman Ternyata Indah



teman adalah kata yang memiliki arti terdekat dengan cinta.
terbentuk dari rasa anak manusia.
yang merasa sama, tidak beda.
teman adalah kata terindah dalam hidup.
selain cinta, teman bisa membuat amarahmu redup.
dan temanlah yang bersamamu selama hidup.
gentingnya duka, ketika dilema.
disitulah teman ada, memberi tumpukan cerita.
lalu, kita akan tertawa dibuatnya
dan sejenak melupakan kegentingan yang ada.

Jumat, 09 April 2010

When We Fail..

I believe everybody has their own way to live this life.
Sometimes,
Life isn't like what we've planned before
Life isn't like what we hope and what we dream
Life isn't so easy, for a certain time.
When we get down, we cried all night long.
It seems so damn hard to wake up and face a new life.
Then, it feel like "I'm giving up" there's no other way to run.

But then again,
If you see the bright sky.
Birds are singing the happiness,
and you'll awake from the pain.
Life isn't always so bad and you never fail.
Fail is just another way to define the rashness we've done.
Fail is just word to explain how we waste so much time to effort something we're into.
There are no fail but There are so much miracles and you'll feel it all after all of the pain.

So just wake up, and look up the sky..
It greets you right and life never treat you cruel.
Everything should be fit on a place.
When you're not success, believe that there's more magical things, waiting for you.

Minggu, 04 April 2010

Facts About Girls, Guys Should Know


1. When a girl says she's sad, but she isn't crying, it means she's crying in her heart.

2. When she ignores you after you've done something wrong, it's best to give her some time to cool down before touching her heart with an apology.


3. A girl can't find anything to hate about the guy she loves (which

is why it is so hard for her to 'get over him' after the relationship's over.)

4. If a girl loves a guy, he will always be on her mind every minute of the day, even though she flirts with other guys.


5. When the guy she likes smiles and stares deep into her eyes, she

will melt.

6. A girl likes to hear compliments, but usually not sure how to react to them.


7. When a particular guy flirts with a girl very often, a girl would start thinking the guy likes her. So if you treat a girl just as a friend, go easy on the smiles and stare ok?


8. If you don't like a girl who likes you, break it to her gently.


9. If a girl starts avoiding you after you reject her, leave her alone for a while. If you still treat her as a friend, talk to her.


10. Girls enjoy talking about what they feel. Music, poetry, drawings and writing are ways of expressing themselves (which explains why most girls like writing journals).


11. Never tell a girl that she is useless in anyway.


12. Being too serious can turn a girl off.


13. When the guy she likes calls her for the first time, the girl may act look uninterested during the call. But as soon as the phone is back on the hook, she will whoop with joy and immediately start telephoning her friends to spread the news.


14. A smile means a lot to a girl.


15. If you like a girl, try making friends with her first. Let her get to know you.


16. If a girl says she can't go out with you because she has to study, leave.


17. But if she still calls you or expect a call from you, stay.


18. Don't try to guess a girl's feelings. Ask her.


19. Hearing the words "I love you" is a great reassurance to a girl that she is beautiful.


20. After a girl falls in love with a guy, she'll wonder why she never noticed him before.


21. If you need tips on how to flirt with a girl, read romance stories.


22. When class pictures come out, a girl would first check who is standing next to her crush before actually looking at herself.


23. A girl's ex-crush will always be in her memory, but the guy she loves now stays in her heart.


24. Girls love having fun!


25. A simple 'Hi' can brighten a girl's day.


26. A girl's best friends usually know best what she is feeling and going through.


27. Girls hate it when a guy pays attention to them just to get close to their 'prettier' friend.


28. Love means devotion, caring and happiness to a girl, in that order.


29. Some girls care about looks, some care about brains, but ALL girls want a guy who will love and care for them.


30. Girls want nothing more than to feel loved.


31. Girls always hope that they can always remain as friend with their ex. But never know how

Rabu, 31 Maret 2010

My fear.

Gue ini tipikal orang yang penakut. Bukan tentang ketakutan gue sama hewan tertentu atau sama kuntilanak, tapi ini lebih mengenai ketakutan sama diri gue sendiri. Gue ini takut sama takdir, gue takut apa yang udah gue rencanain matang-matang dengan usaha dan doa hasilnya nggak sesuai sama apa yg gue harapkan, dan ketika orang-orang komentar "namanya juga garis hidup", ya gue benci kata itu. Nggak henti-hentinya gue takut sama takdir walaupun sama sekali nggak bisa gue lawan. Kadang ketakutan gue ini lebih condong ke paranoid. Ya, gue ini sangat paranoid dengan hidup gue sendiri.

Sekarang gue lagi takut. Takut banget. Gue harus memilih mana yang baik buat gue dan buat masa depan gue nanti. Gue takut pilihan gue ini bisa mencelakakan gue. Fyi, gue dikasih dua pilihan sama bokap; nerusin beliau untuk ngambil ilmu olahraga atau pindah ke Kalimantan dan kuliah disana. Buat gue, dua pilihan itu amatlah berat. Pertama, gue ini bukan basic seorang atlet kayak bokap yang dulunya atlet berkuda atau kayak nyokap yang dulunya atlet bulutangkis. Gue ini cuma anak yang berasal dari keluarga pencinta olahraga. Kedua, kalo nanti gue pindah ke Kalimantan apakah hidup gue nanti seindah hidup yang disini? yang udah 17 tahun gue jalanin.

Gue takut. Gue takut kalo nanti gue masuk olahraga gue akan jadi yang terbelakang karena fisik gue itu jelek. Gue takut nggak bisa ngeraih IP tinggi seperti apa yang dulu bokap raih. Gue takut harus dibayang-bayangi prestasi bokap sama nyokap gue.

Gue takut. Gue takut kalo nanti gue beneran pindah ke Kalimantan, gue gak akan bisa adaptasi sama kehidupan disana yang notabene beda banget sama tempat dimana gue sekarang tinggal.

Semua ketakutan itu seakan membayangi gue dan cuma dengan cara ini gue bisa mengekspresikan segala kecemasan gue. Semoga gue bisa. Ya gue pasti bisa melawan ketakutan gue ini, walaupun ketakutan gue ini nantinya akan mencelakakan gue.

Sabtu, 06 Maret 2010

Tiada mati

Berdesakan,
Di ruas jalan Senayan.
Menunggu,
Penentuan kepastian.
Berteriak,
Masa depan kelak.
Orasi,
Kepada siapa berlabuh sangsi.

Pagi ini,
Siang ini,
Menjadi satu saksi
Kebohongan tiada mati.

Kamis, 25 Februari 2010

deep.

I REALLY NEED AN IDEA EVEN IDEAS!

Sabtu, 20 Februari 2010

Life is Simple

jika kita tertambat pada satu jalan..
maka namakanlah jalan itu kehidupan..
buatlah jalan itu indah tanpa beban..
jadikanlah kesulitan sebagai sebuah tantangan..
tanamkanlah benih keberanian..
dan siramlah dengan keyakinan..
namakan sebagai pengalaman..
dan ambilah sebuah pelajaran..
setiap yang mendera renungkan..
dan cobalah katakan "Terimakasih Tuhan Telah Memberi Saya Cobaan"

Satu Kata Pada Pilihan.

Ini kotak,
Kotak ini berlabel "Pilihan Mutlak"
Didalamnya ada ratusan cermin hidup saya kelak.
Bentuknya bulat,
Boleh diambil jikalau ada keputusan sepakat.
Warnanya hitam legam,
Entah mungkin pertanda masa depan saya yang kelam.
Tapi terkadang,
Warnanya putih benderang
Mungkin saja pertanda masa indah akan saya jelang.

Ini pilihan,
Didalamnya terdapat ribuan penyesalan.
Terdapat pula hikmah dari setiap kejadian.
Hidup yang krusial,
yang harus dipikir dengan rasional.
Prioritas yang menentukan,
mana yang akan saya ambil kemudian.

Jadi, pilihan itu kotak, ya?
Bukan roda hidup yang berjalan apa adanya.
Bukan pula nasib yang selalu diandaikan berputar.
Bukan pula masa depan yang jelas tergambar.

Pilihan itu setiap hari ada.
Pada siapa ia bersandar, ia selalu disana.
Menuntun,
Membisik sambil mengayun.
Pilihan tetap pilihan.
Tidak akan berubah sampai genderang penentu dibunyikan.

Kamis, 18 Februari 2010

Ayah Tahu Segalanya

Jika ayah memang tahu segalanya,
biarkan beliau meminta kepada siapa yang sedari tadi dipandangnya.
kaku, dingin, dari kepala sampai kaki. Merah wajahnya.
Ini bukan balada Siti Nurbaya.
Ketika beliau meminta dengan segala keangkuhannya.
Beliau ingin anak perempuannya memilih apa yang dulu dipilihnya.

Lantas, anak perempuannya terduduk lesu.
Diam, menatap lantai dari tempat ia duduk di bangku.
Tiada interupsi,
karena ayah memang benci.
Tiada hari ini sedikitpun kelakar,
yang biasa beliau gumam sambil tertawa dengan mulut melebar.

Ayah tetap meminta.
Raut wajahnya mulai mengiba, anak perempuannya mengeluarkan kata-kata.
"Baiklah ayah" katanya sambil tersenyum tiada sandiwara.

Jika ayah memang tahu segalanya,
Beliau pasti tahu anaknya berharap dan bahagia.
Beliau menjanjikan akan memberi sesuatu,
yang anaknya impikan sedari dulu.
Beliau tahu,
Inilah jalan yang telah digariskan
Dan tiada satupun bisa mengelak dari ketentuan.

Anak ayah pun tahu,
Inilah memang jalan yang harus ia tuju.
Kemauan ayah, yang ia yakini akan berakhir indah.
Kemauan ayah, yang ia tahu disanalah mimpi merekah.

I wanna be a yellow square!


SpongeBob SquarePants: I'm sick, Patrick. I'm going to the doctor.
Patrick
: What? Oh no, you can't go!
SpongeBob SquarePants
: Why not?
Patrick: I know a guy who knows a guy who went to the doctor, and the doctor's office is a horrible, horrible place.
SpongeBob SquarePants
: It can't be as horrible as the suds.
Patrick: Oh, it is, SpongeBob. First, they make you sit in a... waiting room!
SpongeBob SquarePants
: Is that the horrible part?
Patrick
: No, it gets worse. They make you read... old magazines!
Patrick
: Then the doctor pulls out his stethoscope.
SpongeBob SquarePants
: No!
Patrick
: Yes! It's a device so sinister, so icy cold when it touches your bare flesh that... Pssh! SpongeBob SquarePants: Aaah! No doctor! No stethoscope! No magazines! No Pssh! Patrick, I don't want to go to the doctor.
Patrick: Exactly.



Diatas tadi adalah sekelebat dialog antara Spongebob dan Patrick. Gue agak lupa deh gimana jalan ceritanya, tapi kalo nggak salah waktu itu Spongebob agak masuk angin dan dia cerita ke Patrick kalo dia mau ke dokter dan begitulah jawaban Patrick.

Somehow, gue suka nonton Spongebob. Walaupun jalan ceritanya agak di dramatisir, karena nggak mungkin ada keong suaranya meong, meong. At least, cerita berdurasi 15 menit yang ditujukan kepada anak-anak dibawah usia 10 tahun ini punya makna yang seharusnya juga dipahami orang dewasa.

Contohnya, waktu episode Hari Balon Nasional. Ceritanya, Spongebob sama patrick lagi jalan-jalan ke taman bermain. Mereka ngeliat ada tukang balon, dan Patrick pengen banget beli balon tapi nggak punya duit. As a goodfriend, Spongebob ngasih celengannya ke Patrick. Tapi sayangnya, duit spongebob juga nggak ada. Patrick yang tadi baru aja ngobrol sama mr. Krab jadi teringat kata-katanya Mr. Krab ("Patrick, jika kau tidak punya uang. Pinjam saja barang seseorang. Tapi pastikan kau mengembalikannya dengan baik-baik"). Akhirnya dia ngasih saran ke Spongebob buat ngambil salah satu balon dari tukang balon.

Singkat cerita, balonnya pecah. Patrick panik, Spongebob panik, mereka tuduh-menuduh.

Spongebob : Ini berarti kita telah mencuri, Patrick! Patrick : Aku takut Spongebob. Bagaimana kalau semua penduduk Bikini Bottom menuduh kita pencuri?? Both : Aaaaaaa...........!!

Mereka lari ke tempat yang paling jauh di Bikini Bottom supaya nggak ditangkep polisi karena udah nyuri balon. Padahal, hari itu hari balon gratis dan mereka bebas minta balon sebanyak apapun. Spongebob yang ngerasa bersalah ngajak Patrick ke kantor polisi untuk mengakui kalo mereka udah nyuri balon. Akhirnya, mereka pun dihukum tapi cuma 5 detik.

Polisi : Kau ditangkap karena telah mencuri balon. Polisi : Tahanan mu telah selesai. Spongebob : Tapi kami telah mencuri balon. Polisi : Tidakkah kau tahu hari ini adalah hari balon nasional?

Buat gue, kartun Spongebob ini bukan cuma buat hiburan. Tapi juga buat sarana belajar. Belajar apa? Belajar bersikap tentunya. Spongebob si juru masak Krabby Patty ini punya sifat jujur dan menerima apa adanya. Dia mau bersahabat sama Patrick, padahal dia tau kalo Patrick itu idiot. Dia selalu bersikap ramah sama Squidward, padahal Squidward sering banget jahat sama dia.

Dibalik tubuh kuningnya yang sepertinya nggak menarik. Spongebob punya keistimewaan sendiri. Dia berani beda dari yang lain dan dia juga mau mengakui kesalahannya. Dia adalah tipikal sponge yang paling setia kawan di Bikini Bottom. Dia juga tidak pernah lupa menghibur teman-temannya, walaupun mungkin saat itu dia lagi capek atau lagi sedih.

Things that we could learn from him is: "Bestfriend is someone who always be able to be himself and you will love him as yourself, too"

Senin, 15 Februari 2010

Put Me on Your Story


If there is I in you, put me in the night wrapped in gray,
And put me in your pray, your heart.

In the rain that greeted the earth,
Pick your guitar and sing me a song,
'You are my heart, dear. I won't took you off though the blood separated from my bones '
I want to lean,
For someone who's been singing in his beaming face,
I will follow the guitar, and spent the night with a fluorescent light

Bright soul in my love to you,
beautiful morning in the beautiful orange sun
and grand as the great lakes in Mahameru

If I was always there in you, this love that I really know.
How the direction my life will go.

How White and Grey be a Part of My Day.

Me and you started from a dream fragments.
Three years ago gathered in the white box of gray to be filled.
Quiet, see each other behind the right front, left.
Me and you started from a small smoke obsession.
Future, the ideals that had been in the brain, accompanied.
Determination, will, efforts to freeze the heart no dead.
Then (still) I and you begin to learn.
About the time the reluctant negotiable.
And all, like a wheel, start walking, they are.
For some reason now I and you become we.
With the morning greeting was always faithful.
We're together.

That's when a white box gray filled.
"Stories and Dreams" is the main role is always colored.
Almost every day, we are there.
It offered to give a sense of white ash.
Because, we are still headed one.
All the joy it was to be a silent witness over time.
Then, we walked deserted, without looking backward.

Now we understand. We still will be ended by a dream.
The sun will still smiling, leading the desired step
The morning will still say hello,
Invites us to wake up and reach all hope.
Although the end, the good times of this, there would be, stick, stick,
in the brain to death.
Eventually the gate was open,
Invites us to see the other side of the world.
At the end of white color was gray whole.
The future that must be achieved even with millions of sweat.

Kamis, 04 Februari 2010

Pikra Sayang Adit Selamanya.

Gay Couple does exist from now on in my class. Most of my classmates are confessing that they are a truly Gay. Guess? I can't resist those new lovebirds couple. They both are extremely cool and they have declared that they are a couple. Hihihi. Look at these pictures below. You can see their romantic thing by writing their name on UAN Book.



This is Pikra, cute guy with a stupid book in his hand.



This is what he wrote and it made us (almost student) laughing out loud.



His couple, Adit also wanted his photo to be taken by me.
Ssst..look at the guy behind him.



Please Welcome My Class's hottest Couple! Bang..Bang..Bang!

PS: whether Pikra or Adit will read my post as soon as possible. I can't imagine how they will treat me like they never kill someone. CASE CLOSED :)

I Miss You, then.

I solve, I make it done.

Hey there friends, sometimes we need to hear someone's opinion just to go out from our problems. Actually I have a problem, and the point goes to how I make my blog interesting enough so that you can take a little time or (i hope) longer time just to visit my blog and enjoy reading it.
I love making people happy, and I want my blog become another thing to make my friends happy. Not just happy, but get inspired by my works. I do really want to do that. Plus, I've seen so many interesting blog and I'm kinda clueless to think of my own blog.

I'm thinking hard, hard and hard. I take a longer time to think about it than think of my love life relationship (i never think my love life could be better).
Then, I find out how to make you happy. The only thing that make someone happy is stop pretending like we're a naive person and start to do something loony or queer. The best thing we should do is only be ourselves and let the people love your humbleness and love your fairness without pretend like we're the only one that know everything.

Everybody have their problems and they need to find out what's going on to solve the problem and so do I. So, I want to let myself free from everything that pushed by me or by someone else.

I love to be loved, especially when someone loves you as you are not as you should be.

Sebuah Kisah Pagi di Sore Hari

Dari jatuhnya daun yang berguguran itu,

Gugur pula sepi, sepiku dan (kuharap) sepimu.

Aku duduk di bawah pohon rindang,

Tangkainya jatuh, menantang.

Mimpikah barusan?

Burung-burung berterbangan menatapku heran.

Aku bercakap, pada bumi.

Izinkan aku menanti,

Pada siapa yang datang dan suatu kali nanti pergi.

Tetap, ketika nanti lonceng berbunyi.

Sedikitpun aku tidak akan berhenti,

Menatapmu dari sini, di bawah temaramnya langit pagi.

Sore ini, datanglah dan aku akan berlari.

Selasa, 19 Januari 2010

Aku dan Kamu, palsu?

Katakanlah kepalsuan,
maka aku akan bahagia, menantang dunia.
Aku kan menari di padang rumput,
meneriakkan kebahagiaan.
Kususuri sudut kota,
meninju langit dan berkata 'aku menang'.

Berbohonglah padaku, selagi kamu mau.
Aku akan makin sayang, kawan.
Aku akan menjamu kamu dengan arak,
sampai mabuk semalaman.
Aku berdiri menatap kota, angkuh
Tanpa riak-riak penderitaan.

Namun, sedikit saja kamu bicara kebenaran.
Aku di ambang kehancuran.
Manusia memang begitu kan?
Aku bukannya ingin menghakimi.
Biarkan mereka di otopsi tanpa ada kata mati.
Yang hitam, yang palsu, yang tipu. Mereka suka itu.
Mereka suka berfoya-foya semalaman,
Demi jutaan kepalsuan yang menjarah darah sampai tulang.
Mereka suka berkelakar sampai lewat adzan,
mentertawai kepingan putih yang harusnya berwarna hitam, kelam.

Lantas,
siapa aku dan kamu?
aku harap kita (bukan) bibit penuh palsu.

Late Night Post

sebentar lagi saya lulus SMA dan jadi mahasiswa..
Mahasiswa
Kampus
Dosen
Fakultas
Ospek
Sebentar lagi. tanpa sadar.
Tapi, saya mau kuliah dimana??

Selasa, 12 Januari 2010

His Awesomeness







Some pictures above are belongs to my friend, Gilang Herlambang Yip, I'm gladly saying that "This Fucking Amazing Guy is one of my nigga" and it such a pride wuuuw!
I love his art-work with a very ordinary digital camera, can you believe? He only uses his digital camera and making a whiz! Just check him on his tumblr or follow his twitter and you'll be his friend, a very nice and talented guy made by God!

a Quote

Hulk dan Jam Digital

Temen gue pernah bilang, "kalo lo ngeliat jam digital, dan angka jam sama menitnya sama. Tandanya ada yang lagi kangen sama lo. Misalnya lo ngeliat jam 03:03 tandanya yang kangen sama lo depannya huruf C. kan huruf ketiga dari abjad itu C”. Gue emang nggak terlalu percaya sama yang namanya ramalan, tapi entah kenapa untuk yang masalah jam ini gue percaya banget. Sampai-sampai setiap saat gue selalu ngeliat jam di layar HP gue yang emang udah gue set digital karena gue nggak bisa baca jam analog.

Well, selama liburan ini, gue sering banget tidur malem. Kadang malah gue baru tidur jam 2 pagi. Padahal yang gue lakuin itu nggak jelas. Cuma nonton TV, makan, nonton TV lagi. Berani taruhan, masuk sekolah berat badan gue naik berkilo-kilo lipat. Anehnya, berturut-turut gue selalu ngeliat angka berderet di waktu yang selalu sama yaitu, jam 22:22. Oke coba itung angka ke 22 di abjad adalah V dan orang yang deket sama gue yang namanya berawal dari V itu cuma satu yaitu, Hulk untuk mengetahui Hulk lebih lanjut silahkan baca disini. Setelah gue ngeliat jam tepat pada angka 22:22 biasanya gue langsung ke kamar. Gue diem, bengong dan mikirin dia lagi. Gue kadang masih suka nanya sama diri gue sendiri “kira-kira dia lagi ngapain ya disana?” malah kadang pertanyaan gue lebih ekstrim “kira-kira dia kangen gue nggak ya?” dan intuisi gue selalu menjawab dengan jawaban yang cukup memuaskan. Kalo diitung-itung, udah beberapa hari ini gue terus-terusan mikirin dia. Oke, mikirin bukan berarti masih sayang atau masih berharap kan? Dia pernah ngisi hari-hari gue, jadi wajar dong kalo gue mikirin dia?

Gue pernah baca di novel Supernova karangan Dewi Dee Lestari yang katanya kalo kita lagi mikirin seseorang, orang itu sebenarnya juga lagi mikirin kita. Dulu, pernyataan itu gue mentahkan dengan logika gue yang bilang “kalo gue lagi mikirin Leonardo Di Caprio masa iya sih dia juga mikirin gue?”. Tapi, belom lama ini nyokap gue ikutan seminar ESQ dan dia cerita tentang kegiatannya selama dua hari itu. Pas lagi cerita, gue ngelirik HP dan nyeletuk “tuh kan 22:22 lagi” nyokap gue langsung nanya kenapa gue mengeluhkan kedatangan pukul 22:22. Pas gue jelasin alesannya ke nyokap dia malah ngetawain gue sambil bilang “Kemarin waktu seminar, pembicaranya bilang disaat kita lagi mikirin seseorang yang deket sama kita atau pernah menjalin hubungan dengan kita. Di belahan dunia manapun, dia pasti juga lagi mikirin kita. Terlepas dari apa yang pernah kita perbuat ke dia” Disaat itu juga hati gue langsung nyesss…anyways, kalo disini jam 22:22 berarti disana itu jam 00:22 dan pertanyaan gue “apakah jam segitu Hulk belom tidur?” karena seinget gue dia adalah orang yang gila tidur. Tapi, pemikiran gue itu ditendang jauh-jauh dengan jawaban dari intuisi gue yang kembali melegakan hati dan pikiran gue.

Somehow, gue emang sekarang lagi mikirin dia. Mikirin gimana dengan hebatnya dia membuat gue trauma pacaran dan memutuskan untuk sendiri sampe gue bener-bener ketemu sama yang pas dihati gue. Kalo diitung, sekarang gue udah satu tahun jomblo dan cuma satu kali deket sama cowo tapi sama sekali ngga jadian. Gue inget, waktu itu dia pernah bilang “I’ll carry you with me through distance and time” dan saat ini gue emang lagi dibawa sama dia menelusuri waktu-waktu jaman pacaran dan pautan jarak yang emang nggak bisa kita tolerir. Waktu dimana gue bener-bener seenaknya dan nggak tau apa yang nantinya bakal menimpa gue.Waktu dimana gue bersikap sangat amat egois dan nggak tau kalo orang sesabar dia batasnya hanya delapan bulan. Waktu dimana kita nggak terlalu peduli dengan perbedaan yang terlalu mencolok sama latar belakang kita dan kita nggak tau kalo itu juga yang mengantar kita untuk memutuskan jalan kita sendiri. Sekarang gue cuma bisa ketawa karena dulu gue nggak mikirin matang-matang keputusan gue untuk main hati dan yang harus gue garis bawahin disini adalah mengubur sesuatu yang dulunya sangat lekat dengan kita itu sesulit pecandu rokok berhenti merokok, sesulit gue lepas dari bayang-bayang dia walaupun di post yang sebelumnya gue bilang gue udah bisa nggak terlalu mikirin dia. Oke, disini gue nggak mau berdrama seolah-olah gue mengharapkan dia baca dan mau balik lagi ke gue. Ini semua cuma sedikit dari ungkapan perasaan yang selama ini ada di hati gue dan nggak pernah bisa gue telaah pake otak. Dan untuk perasaan gue ke Hulk? Sampai post ini di terbitkan, gue masih nggak tau dan (gue harap) nggak akan pernah tau.