Selasa, 19 Januari 2010

Aku dan Kamu, palsu?

Katakanlah kepalsuan,
maka aku akan bahagia, menantang dunia.
Aku kan menari di padang rumput,
meneriakkan kebahagiaan.
Kususuri sudut kota,
meninju langit dan berkata 'aku menang'.

Berbohonglah padaku, selagi kamu mau.
Aku akan makin sayang, kawan.
Aku akan menjamu kamu dengan arak,
sampai mabuk semalaman.
Aku berdiri menatap kota, angkuh
Tanpa riak-riak penderitaan.

Namun, sedikit saja kamu bicara kebenaran.
Aku di ambang kehancuran.
Manusia memang begitu kan?
Aku bukannya ingin menghakimi.
Biarkan mereka di otopsi tanpa ada kata mati.
Yang hitam, yang palsu, yang tipu. Mereka suka itu.
Mereka suka berfoya-foya semalaman,
Demi jutaan kepalsuan yang menjarah darah sampai tulang.
Mereka suka berkelakar sampai lewat adzan,
mentertawai kepingan putih yang harusnya berwarna hitam, kelam.

Lantas,
siapa aku dan kamu?
aku harap kita (bukan) bibit penuh palsu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar