Selasa, 05 Januari 2010

2009's part of mine

Januari.

Seperti kebanyakan orang, gue memulai tahun 2009 dengan banyak harapan dan juga banyak resolusi. Contohnya, jadi cantik. Waktu itu gue berharap semoga aja Tuhan mengutuk gue jadi cantik seumur hidup kayak Chloe Sevigny hehehe. Sebenernya awal Januari ini gue masih punya pacar, namanya Hulk. Yaa, sebut saja Hulk, karena terlalu impossible nyebut nama dia di blog gue ini. Well, awal tahun itu dimulai dengan gue diputusin! Oh dammit, gue inget banget kronologis cerita pas gue diputusin. Diawali dengan gue mimpi kalo dia dateng kerumah gue dan bilang kalo gue bukan satu-satunya cewek dalam hidup dia, dan dia bilang dia mau ninggalin gue. Paginya, gue sms dia dan cerita tentang mimpi gue. Tapi, sedikitpun nggak ada balesan. Malemnya, dia sms gue dan…MINTA PUTUS. Alesannya sangat jelas dan tanpa basa basi, yaitu dia udah nggak sayang sama gue.

Gue langsung kehilangan kata-kata untuk menginterupsi keputusan dia. Seperti kebanyakan cewek lain, gue cuma bisa diem dan nangis. Semenjak itu, sepanjang bulan Januari gue lalui dengan penyesalan. Gue nyesel, nggak bisa jadi apa yang dia mau. Gue nyesel nggak bisa ngejaga dia baik-baik. Gue juga terus mengutuk kata “JARAK” antara Bekasi-Perth. Jarak udah menghancurkan pelan-pelan hubungan gue sama dia.


Februari.

Di bulan ini gue masih agak feeling so blue. Walaupun gue coba relieving myself as hard as I could. Gue coba flashback semua yang udah gue jalanin sama dia selama delapan bulan. Apa yang dulu udah kita jalanin pastinya akan jadi benih dari apa yang sekarang kita rasain. Mungkin aja dulu gue terlalu jujur sama dia. Yaa, hubungan itu perlu kejujuran, tapi terlalu jujur juga salah. Karena, terpaut jarak Perth-Bekasi bikin gue susah kontak sama dia. Sekalinya kita ngomong lewat telpon, gue bicara banyak tentang cowo-cowo disekitar gue yang jelas aja bikin dia cemburu. Hulk itu tipe cowo yang pendiem. Dia nggak suka cari masalah ataupun marah karena cowok. Dia Cuma diem, diem, diem, sampai pada puncaknya dia marah sama gue dan akhirnya mutusin gue.


Maret

Gue sadar, kalo gue terlarut dalam satu masalah gue nggak akan bisa moving on sama hidup gue yang sekarang. Dua bulan kayaknya cukup banget buat gue menyendiri dan mengkoreksi segala kesalahan gue. Bulan ini, gue harus move on and start my brand new day. Tanpa bayang-bayang Hulk yang ada di Perth, ataupun tanpa bayang-bayang penyesalan. Oke, gue mulai menyibukkan bulan ini dengan nyari berita untuk majalah bulan Juli. Kebetulan, mencari berita itu adalah hal yang paling menyita banyak waktu jadinya, gue nggak punya kesempatan untuk mikirin Hulk disaat gue lagi nyari berita untuk majalah sekolah gue.


April

Oh yesss, gue makin bisa jauh-jauh dari pikiran gue tentang Hulk. Walaupun terkadang gue masih suka kangen, tapi buat gue kemarin itu biarlah menjadi kemarin. Kemarin nggak akan bisa jadi sekarang dan begitu juga sebaliknya. Di bulan ini gue semakin bisa memanfaatkan waktu gue buat hal-hal yang lebih berguna selain mikirin Hulk. Disaat gue kangen dan mikirin dia, gue coba untuk meyakinkan kalo di Perth dia itu lagi seneng-seneng dan nggak sedikitpun kangen sama gue. Dia lagi having his own time sama temen-temen atau mungkin pacar barunya dan gak sedikitpun keingetan gue. Disitu gue semakin yakin dan mantap melangkah sendiri. Gue harus bisa adaptasi sama hidup gue yang baru, yang setiap hari sepi tanpa sms dan telepon dari dia. Oh iya, di bulan ini umur gue tujuh belas tahun dan gue seneng semua orang inget sama ulang tahun gue, termasuk Hulk. Gue seneng karena gue udah bisa punya sim dan ktp. Somehow, I can’t find any good word to say but Happy!


Mei.

Oke, ini bulan pertama gue jadi anak tujuh belas tahun. Jadi, anak umur tujuh belas tahun adalah saat-saat terindah dalam hidup gue. Dimulai dari gue bolak-balik ke kantor kelurahan untuk ngurus ktp, bolak-balik ke polres untuk ngurus sim dan tetep bolak-balik nyari berita untuk majalah sekolah gue. Jadi anak tujuh belas tahun bukan berarti terlepas sama apa yang udah gue alamin diumur gue sebelumnya.

Gue masih punya tanggung jawab untuk nyelesaiin kelas 11 gue ini dengan nilai yang memuaskan tentunya.


Juni.

Gimana rasanya kalo temen-temen kalian adalah backstabber? Sedih atau seneng? Gue sih seneng banget. Karena, di bulan ini gue bener-bener shock waktu tau beberapa temen-temen gue ngomongin gue dari belakang. Padahal, selama ini gue percaya sama mereka. Nah, satu lagi pelajaran hidup yang gue dapet di tahun 2009 adalah ‘Janganlah Mudah Percaya’. Gue percaya banget sama mereka, gue nggak pernah punya pikiran macem-macem ke mereka. Tapi, mereka malah nyerang gue dan itu tanpa sepengetahuan gue. Gue jadi belajar, kalo kepercayaan adalah sesuatu yang mahal, dan nggak bisa

ditawar. Gue juga nggak boleh asal milih orang untuk dipercaya dan itu semua gue rasain di bulan ini. Tentunya, ini semua bikin gue semakin dewasa.


Juli

Ini liburan paling terindah dalam hidup gue. Sekaligus liburan terakhir karena nanti, sepanjang Agustus 2009-Juli 2010 gue nggak akan bisa ngerasain udara liburan. Bulan ini adalah bulan terakhir gue jadi anak kelas 2 SMA. Well, gue ke Bali sama 3 orang temen gue, dan disana itu asik abis. Speechless :D


Agustus-Desember

Nggak ada kata lain untuk menggambarkan bulan Agustus sampai Desember selain BELAJAR. Gue belajar, gue belajar dan gue terus belajar. Sebentar lagi gue Ujian Nasional, sebentar lagi gue ikut seleksi masuk UGM, sebentar lagi gue….LULUS! buat gue, kelulusan itu harus diraih dengan susah payah. Gue nggak mau seneng-seneng sekarang terus nanti pas ujian nasional gue cuma mengandalkan bocoran. Nggak, gue nggak mau. Gue mau usaha, karena hasil dari usaha sendiri itu yang paling memuaskan.

Gue dapet 5,8 di Try out dan itu nggak bikin gue sedih. Gue justru seneng, karena gue ngerjain Try Out sendirian dan nggak nyontek. Gue dapet 62 pas ulangan bahasa Jepang, gue juga seneng karena guengerjain sendiri dan nggak menggantungkan harapan sama temen sebangku gue yang notabene jago bahasa Jepang. Gue lebih seneng begitu tau kalo gue ranking 4 dengan nilai rata-rata diatas 8. Gue seneng karena selama satu semester ini gue bener-bener ngerjain apapun sesuai kemampuan gue tanpa nengok kanan dan kiri. Itulah yang nantinya gue jadiin barometer untuk Ujian Nasional dan tentunya ujian masuk Universitas Gadjah Mada J . Hulk apa kabar yaa? Ah he’s fine! Dia pasti baik-baik aja, he must be having a great time with his college life. Soon, I’ll be there whether to show him I’m doing well or show him that I’m success.


Wish me luck ! xoxo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar