Kejar itu tidak pasti.
Kesana kemari masih saja menanti.
Jika kutulis sedikit aku dikata dramatisasi.
Kejar itu abadi,
Bahkan menahun rasa ini dalam nadi.
Sudah dimiliki, sudah dipunyai.
Tetap saja kejar ambil depan posisi.
Kejar tanpa dikejar,
tentu sakitnya sampai akar.
Seperti bunga setengah mekar.
Jangan tanya aku siapa.
Sesaat setelah adegan kejar-kejaran,
Aku lupa.
Lalu terlena, dan akhirnya semakin lupa.
Aku siapa ya?
Rabu, 21 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar