Seruling, sebagai bagian dari musik atau dunia seni, bagaikan pisau bermata dua. Bebas nilai. Mau menggunakannya untuk kebaikan atau kejahatan, tergantung penggunanya. Dengan terminologi ini, seni bisa jadi jalan untuk ke arah kehancuran, dan bisa juga dijadikan alat untuk berdakwah.
Tidak bisa dibantah. Dunia seni, termasuk musik dan film, berkembang pesat di barat. Seni bahkan sudah jadi komoditi, yang menghasilkan uang banyak. Sayangnya, dunia kapitalis mengeksploitasi seni hanya sekedar untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Jadilah seni sebagai tontonan, yang melemparkan para bintangnya ke dunia gemerlap. Hasilnya? Rock Hudson dan Freddy Mercury berakhir hidupnya karena aids. Janis Joplin, John Belushi, Jimmy Hendrix, Elvis Presley dan terakhir Michael Jackson, mengakhiri hidupnya dalam usia relatif muda karena ketergantungan obat-obatan terlarang.
Mereka sekedar menyajikan tontonan. Lain di panggung, lain pula di keseharian. Di atas panggung, mereka adalah pribadi-pribadi sempurna yang jadi idola banyak orang yang haus hiburan. Sayangnya, di luar panggung mereka adalah pribadi-pribadi kosong yang haus. Mereka hidup dalam kemunafikan yang parah. Sayangnya lagi, mereka memuaskan dahaga mereka dengan cara yang keliru. Perilaku para bintang ditiru oleh fansnya. Jadilah seni sebagai promotor kehancuran.
Para wali penyebar Islam di tanah jawa, menyisipkan dakwah mereka pada idiom-idiom pewayangan dan tembang-tembang macapatan. Ayat Al-Qur’an dan Hadits nabi masuk dalam keseharian perilaku mereka.
Kini, sisipan seni dalam dakwah hanya dikenal dalam irama gambus atau kasidahan. Film dan sinetron dikemas dengan bumbu-bumbu mistik yang kental. Seolah-olah ayat Al-Qur’an hanya digunakan sebagai pengusir setan.
Allah Maha Indah, dan menyukai keindahan. Saya merindukan, suatu saat digelar sebuah konser musik yang menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Sebuah pertunjukan yang keluar dari pakem yang sudah ada sekarang. Syair-syair indah didendangkan, diiringi dengan musik menyentuh hati. Not only kasidahan. Film dan sinetron berkisah, mengajak pada kebaikan. Bukan hanya bercerita bagaimana ayat-ayat dapat menagkal dan mengusir setan. Para bintangnya menyerukan kebenaran, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Alangkah indahnya ...
Sumber klik disini





Tidak ada komentar:
Posting Komentar