Selasa, 19 Januari 2010

Aku dan Kamu, palsu?

Katakanlah kepalsuan,
maka aku akan bahagia, menantang dunia.
Aku kan menari di padang rumput,
meneriakkan kebahagiaan.
Kususuri sudut kota,
meninju langit dan berkata 'aku menang'.

Berbohonglah padaku, selagi kamu mau.
Aku akan makin sayang, kawan.
Aku akan menjamu kamu dengan arak,
sampai mabuk semalaman.
Aku berdiri menatap kota, angkuh
Tanpa riak-riak penderitaan.

Namun, sedikit saja kamu bicara kebenaran.
Aku di ambang kehancuran.
Manusia memang begitu kan?
Aku bukannya ingin menghakimi.
Biarkan mereka di otopsi tanpa ada kata mati.
Yang hitam, yang palsu, yang tipu. Mereka suka itu.
Mereka suka berfoya-foya semalaman,
Demi jutaan kepalsuan yang menjarah darah sampai tulang.
Mereka suka berkelakar sampai lewat adzan,
mentertawai kepingan putih yang harusnya berwarna hitam, kelam.

Lantas,
siapa aku dan kamu?
aku harap kita (bukan) bibit penuh palsu.

Late Night Post

sebentar lagi saya lulus SMA dan jadi mahasiswa..
Mahasiswa
Kampus
Dosen
Fakultas
Ospek
Sebentar lagi. tanpa sadar.
Tapi, saya mau kuliah dimana??

Selasa, 12 Januari 2010

His Awesomeness







Some pictures above are belongs to my friend, Gilang Herlambang Yip, I'm gladly saying that "This Fucking Amazing Guy is one of my nigga" and it such a pride wuuuw!
I love his art-work with a very ordinary digital camera, can you believe? He only uses his digital camera and making a whiz! Just check him on his tumblr or follow his twitter and you'll be his friend, a very nice and talented guy made by God!

a Quote

Hulk dan Jam Digital

Temen gue pernah bilang, "kalo lo ngeliat jam digital, dan angka jam sama menitnya sama. Tandanya ada yang lagi kangen sama lo. Misalnya lo ngeliat jam 03:03 tandanya yang kangen sama lo depannya huruf C. kan huruf ketiga dari abjad itu C”. Gue emang nggak terlalu percaya sama yang namanya ramalan, tapi entah kenapa untuk yang masalah jam ini gue percaya banget. Sampai-sampai setiap saat gue selalu ngeliat jam di layar HP gue yang emang udah gue set digital karena gue nggak bisa baca jam analog.

Well, selama liburan ini, gue sering banget tidur malem. Kadang malah gue baru tidur jam 2 pagi. Padahal yang gue lakuin itu nggak jelas. Cuma nonton TV, makan, nonton TV lagi. Berani taruhan, masuk sekolah berat badan gue naik berkilo-kilo lipat. Anehnya, berturut-turut gue selalu ngeliat angka berderet di waktu yang selalu sama yaitu, jam 22:22. Oke coba itung angka ke 22 di abjad adalah V dan orang yang deket sama gue yang namanya berawal dari V itu cuma satu yaitu, Hulk untuk mengetahui Hulk lebih lanjut silahkan baca disini. Setelah gue ngeliat jam tepat pada angka 22:22 biasanya gue langsung ke kamar. Gue diem, bengong dan mikirin dia lagi. Gue kadang masih suka nanya sama diri gue sendiri “kira-kira dia lagi ngapain ya disana?” malah kadang pertanyaan gue lebih ekstrim “kira-kira dia kangen gue nggak ya?” dan intuisi gue selalu menjawab dengan jawaban yang cukup memuaskan. Kalo diitung-itung, udah beberapa hari ini gue terus-terusan mikirin dia. Oke, mikirin bukan berarti masih sayang atau masih berharap kan? Dia pernah ngisi hari-hari gue, jadi wajar dong kalo gue mikirin dia?

Gue pernah baca di novel Supernova karangan Dewi Dee Lestari yang katanya kalo kita lagi mikirin seseorang, orang itu sebenarnya juga lagi mikirin kita. Dulu, pernyataan itu gue mentahkan dengan logika gue yang bilang “kalo gue lagi mikirin Leonardo Di Caprio masa iya sih dia juga mikirin gue?”. Tapi, belom lama ini nyokap gue ikutan seminar ESQ dan dia cerita tentang kegiatannya selama dua hari itu. Pas lagi cerita, gue ngelirik HP dan nyeletuk “tuh kan 22:22 lagi” nyokap gue langsung nanya kenapa gue mengeluhkan kedatangan pukul 22:22. Pas gue jelasin alesannya ke nyokap dia malah ngetawain gue sambil bilang “Kemarin waktu seminar, pembicaranya bilang disaat kita lagi mikirin seseorang yang deket sama kita atau pernah menjalin hubungan dengan kita. Di belahan dunia manapun, dia pasti juga lagi mikirin kita. Terlepas dari apa yang pernah kita perbuat ke dia” Disaat itu juga hati gue langsung nyesss…anyways, kalo disini jam 22:22 berarti disana itu jam 00:22 dan pertanyaan gue “apakah jam segitu Hulk belom tidur?” karena seinget gue dia adalah orang yang gila tidur. Tapi, pemikiran gue itu ditendang jauh-jauh dengan jawaban dari intuisi gue yang kembali melegakan hati dan pikiran gue.

Somehow, gue emang sekarang lagi mikirin dia. Mikirin gimana dengan hebatnya dia membuat gue trauma pacaran dan memutuskan untuk sendiri sampe gue bener-bener ketemu sama yang pas dihati gue. Kalo diitung, sekarang gue udah satu tahun jomblo dan cuma satu kali deket sama cowo tapi sama sekali ngga jadian. Gue inget, waktu itu dia pernah bilang “I’ll carry you with me through distance and time” dan saat ini gue emang lagi dibawa sama dia menelusuri waktu-waktu jaman pacaran dan pautan jarak yang emang nggak bisa kita tolerir. Waktu dimana gue bener-bener seenaknya dan nggak tau apa yang nantinya bakal menimpa gue.Waktu dimana gue bersikap sangat amat egois dan nggak tau kalo orang sesabar dia batasnya hanya delapan bulan. Waktu dimana kita nggak terlalu peduli dengan perbedaan yang terlalu mencolok sama latar belakang kita dan kita nggak tau kalo itu juga yang mengantar kita untuk memutuskan jalan kita sendiri. Sekarang gue cuma bisa ketawa karena dulu gue nggak mikirin matang-matang keputusan gue untuk main hati dan yang harus gue garis bawahin disini adalah mengubur sesuatu yang dulunya sangat lekat dengan kita itu sesulit pecandu rokok berhenti merokok, sesulit gue lepas dari bayang-bayang dia walaupun di post yang sebelumnya gue bilang gue udah bisa nggak terlalu mikirin dia. Oke, disini gue nggak mau berdrama seolah-olah gue mengharapkan dia baca dan mau balik lagi ke gue. Ini semua cuma sedikit dari ungkapan perasaan yang selama ini ada di hati gue dan nggak pernah bisa gue telaah pake otak. Dan untuk perasaan gue ke Hulk? Sampai post ini di terbitkan, gue masih nggak tau dan (gue harap) nggak akan pernah tau.

Jumat, 08 Januari 2010

New Name, New Banner!

Halo!
Please welcome my New Blog Form and also my New blog Banner!
I finally agreed to change the name of my blog. I think that idea is something that is expensive and comes from ourselves. Therefore I need an idea to continue to tell me anything I feel and then I pour into my blog which frankly is still below this average.
Oh yes, thank yaaaa so much mucch for Gilang Herlambang. He's so awesome. He kindly made my blog banner. For his awesome and also magnificent creation, you can find him
here

Keep Working
Deandra :)

Selasa, 05 Januari 2010

Zooey Deschanel :))))





I'm somehow in love with Zooey Deschanel and her stunning make up. I love her speaking eyes. I love her song too! Yeah, she's actually soooo awful :)





"I was never no, never no, never enough,
But I can try, I can try to toughen up.
I listened when they told me
If he burns you, let him go.
Change is hard, I should know." -
She & Him (Change is Hard)



Perubahan itu perlu.

If we don't change, we don't grow. If we don't grow, we aren't really living.
Gail Sheehy


CHANGE - CHANGE - CHANGE.
I don't know how many times I've repeated that word. Buat gue CHANGE itu artinya adalah perubahan. Oke, tadi itu bukan menurut gue tapi menurut kamus. Tapi menurut gue pribadi, CHANGE adalah perubahan dimana kita benar-benar berniat untuk berubah. Yap, berubah.
Nyokap gue kemarin sempet bilang "Udah taun 2010 kamu masih aja gendut. Berubah dong jadi kurus!"
Walaupun nyokap ngomong pas lagi bercanda, kalimat itu ngena banget di otak gue.
Oke ini 2010 dan gue harus berubah jadi.......kurus! Walaupun itu sebenernya keinginan gue dari tahun 2007. Tapi, nggak ada salahnya kan gue mengulang keinginan gue di tahun yang ini? Keinginan tetep sama tapi gue punya niat sekarang. Karena dimana ada niat disitu ada jalan, begitulah kata salah seorang kakak kelas gue. Jadi gue coba buat bikin satu rumus simpel untuk gue pribadi dan gue harap bisa beranfaat juga buat yang baca.

(Keinginan + Niat + Tekad) - Malas = Perubahan

Oke that's all. Semua orang bisa berubah. Kalo Peter Parker bisa berubah jadi Spiderman, kenapa kita enggak??? :)

xoxo.

2009's part of mine

Januari.

Seperti kebanyakan orang, gue memulai tahun 2009 dengan banyak harapan dan juga banyak resolusi. Contohnya, jadi cantik. Waktu itu gue berharap semoga aja Tuhan mengutuk gue jadi cantik seumur hidup kayak Chloe Sevigny hehehe. Sebenernya awal Januari ini gue masih punya pacar, namanya Hulk. Yaa, sebut saja Hulk, karena terlalu impossible nyebut nama dia di blog gue ini. Well, awal tahun itu dimulai dengan gue diputusin! Oh dammit, gue inget banget kronologis cerita pas gue diputusin. Diawali dengan gue mimpi kalo dia dateng kerumah gue dan bilang kalo gue bukan satu-satunya cewek dalam hidup dia, dan dia bilang dia mau ninggalin gue. Paginya, gue sms dia dan cerita tentang mimpi gue. Tapi, sedikitpun nggak ada balesan. Malemnya, dia sms gue dan…MINTA PUTUS. Alesannya sangat jelas dan tanpa basa basi, yaitu dia udah nggak sayang sama gue.

Gue langsung kehilangan kata-kata untuk menginterupsi keputusan dia. Seperti kebanyakan cewek lain, gue cuma bisa diem dan nangis. Semenjak itu, sepanjang bulan Januari gue lalui dengan penyesalan. Gue nyesel, nggak bisa jadi apa yang dia mau. Gue nyesel nggak bisa ngejaga dia baik-baik. Gue juga terus mengutuk kata “JARAK” antara Bekasi-Perth. Jarak udah menghancurkan pelan-pelan hubungan gue sama dia.


Februari.

Di bulan ini gue masih agak feeling so blue. Walaupun gue coba relieving myself as hard as I could. Gue coba flashback semua yang udah gue jalanin sama dia selama delapan bulan. Apa yang dulu udah kita jalanin pastinya akan jadi benih dari apa yang sekarang kita rasain. Mungkin aja dulu gue terlalu jujur sama dia. Yaa, hubungan itu perlu kejujuran, tapi terlalu jujur juga salah. Karena, terpaut jarak Perth-Bekasi bikin gue susah kontak sama dia. Sekalinya kita ngomong lewat telpon, gue bicara banyak tentang cowo-cowo disekitar gue yang jelas aja bikin dia cemburu. Hulk itu tipe cowo yang pendiem. Dia nggak suka cari masalah ataupun marah karena cowok. Dia Cuma diem, diem, diem, sampai pada puncaknya dia marah sama gue dan akhirnya mutusin gue.


Maret

Gue sadar, kalo gue terlarut dalam satu masalah gue nggak akan bisa moving on sama hidup gue yang sekarang. Dua bulan kayaknya cukup banget buat gue menyendiri dan mengkoreksi segala kesalahan gue. Bulan ini, gue harus move on and start my brand new day. Tanpa bayang-bayang Hulk yang ada di Perth, ataupun tanpa bayang-bayang penyesalan. Oke, gue mulai menyibukkan bulan ini dengan nyari berita untuk majalah bulan Juli. Kebetulan, mencari berita itu adalah hal yang paling menyita banyak waktu jadinya, gue nggak punya kesempatan untuk mikirin Hulk disaat gue lagi nyari berita untuk majalah sekolah gue.


April

Oh yesss, gue makin bisa jauh-jauh dari pikiran gue tentang Hulk. Walaupun terkadang gue masih suka kangen, tapi buat gue kemarin itu biarlah menjadi kemarin. Kemarin nggak akan bisa jadi sekarang dan begitu juga sebaliknya. Di bulan ini gue semakin bisa memanfaatkan waktu gue buat hal-hal yang lebih berguna selain mikirin Hulk. Disaat gue kangen dan mikirin dia, gue coba untuk meyakinkan kalo di Perth dia itu lagi seneng-seneng dan nggak sedikitpun kangen sama gue. Dia lagi having his own time sama temen-temen atau mungkin pacar barunya dan gak sedikitpun keingetan gue. Disitu gue semakin yakin dan mantap melangkah sendiri. Gue harus bisa adaptasi sama hidup gue yang baru, yang setiap hari sepi tanpa sms dan telepon dari dia. Oh iya, di bulan ini umur gue tujuh belas tahun dan gue seneng semua orang inget sama ulang tahun gue, termasuk Hulk. Gue seneng karena gue udah bisa punya sim dan ktp. Somehow, I can’t find any good word to say but Happy!


Mei.

Oke, ini bulan pertama gue jadi anak tujuh belas tahun. Jadi, anak umur tujuh belas tahun adalah saat-saat terindah dalam hidup gue. Dimulai dari gue bolak-balik ke kantor kelurahan untuk ngurus ktp, bolak-balik ke polres untuk ngurus sim dan tetep bolak-balik nyari berita untuk majalah sekolah gue. Jadi anak tujuh belas tahun bukan berarti terlepas sama apa yang udah gue alamin diumur gue sebelumnya.

Gue masih punya tanggung jawab untuk nyelesaiin kelas 11 gue ini dengan nilai yang memuaskan tentunya.


Juni.

Gimana rasanya kalo temen-temen kalian adalah backstabber? Sedih atau seneng? Gue sih seneng banget. Karena, di bulan ini gue bener-bener shock waktu tau beberapa temen-temen gue ngomongin gue dari belakang. Padahal, selama ini gue percaya sama mereka. Nah, satu lagi pelajaran hidup yang gue dapet di tahun 2009 adalah ‘Janganlah Mudah Percaya’. Gue percaya banget sama mereka, gue nggak pernah punya pikiran macem-macem ke mereka. Tapi, mereka malah nyerang gue dan itu tanpa sepengetahuan gue. Gue jadi belajar, kalo kepercayaan adalah sesuatu yang mahal, dan nggak bisa

ditawar. Gue juga nggak boleh asal milih orang untuk dipercaya dan itu semua gue rasain di bulan ini. Tentunya, ini semua bikin gue semakin dewasa.


Juli

Ini liburan paling terindah dalam hidup gue. Sekaligus liburan terakhir karena nanti, sepanjang Agustus 2009-Juli 2010 gue nggak akan bisa ngerasain udara liburan. Bulan ini adalah bulan terakhir gue jadi anak kelas 2 SMA. Well, gue ke Bali sama 3 orang temen gue, dan disana itu asik abis. Speechless :D


Agustus-Desember

Nggak ada kata lain untuk menggambarkan bulan Agustus sampai Desember selain BELAJAR. Gue belajar, gue belajar dan gue terus belajar. Sebentar lagi gue Ujian Nasional, sebentar lagi gue ikut seleksi masuk UGM, sebentar lagi gue….LULUS! buat gue, kelulusan itu harus diraih dengan susah payah. Gue nggak mau seneng-seneng sekarang terus nanti pas ujian nasional gue cuma mengandalkan bocoran. Nggak, gue nggak mau. Gue mau usaha, karena hasil dari usaha sendiri itu yang paling memuaskan.

Gue dapet 5,8 di Try out dan itu nggak bikin gue sedih. Gue justru seneng, karena gue ngerjain Try Out sendirian dan nggak nyontek. Gue dapet 62 pas ulangan bahasa Jepang, gue juga seneng karena guengerjain sendiri dan nggak menggantungkan harapan sama temen sebangku gue yang notabene jago bahasa Jepang. Gue lebih seneng begitu tau kalo gue ranking 4 dengan nilai rata-rata diatas 8. Gue seneng karena selama satu semester ini gue bener-bener ngerjain apapun sesuai kemampuan gue tanpa nengok kanan dan kiri. Itulah yang nantinya gue jadiin barometer untuk Ujian Nasional dan tentunya ujian masuk Universitas Gadjah Mada J . Hulk apa kabar yaa? Ah he’s fine! Dia pasti baik-baik aja, he must be having a great time with his college life. Soon, I’ll be there whether to show him I’m doing well or show him that I’m success.


Wish me luck ! xoxo