Hello people! It's very sad realizing that I'm a lack of updating. Kenapa? Karena terkadang gue suka mati gaya. Kenapa gue suka mati gaya? Karena terkadang apa yang gue tulis itu takut nggak mengena di hati kalian semua dan malah terkesan jayus. Kenapa gue takut? Karena gue nggak pake baju. Oh salah, ini karena gue masih belum punya kepercayaan diri yang cukup buat menulis.
Padahal banyak bangeuuudh (gak nyantai) loh yang mau gue ceritain. Diawali dengan kedatangan gue ke Universitas Indonesia untuk menghadiri acara Bedah Kampus yang buat gue seperti sunatan massal. Karena banyak banget orang yang dateng, kalo aja waktu itu gue bawa counter digital, bisa dipastikan yang dateng ke Bedah Kampus itu ada sekitar 13.400 orang (sebenernya ini kata anak UI). Tapi sesungguhnya dengan penuh sesak remaja-remaja seumuran gue yang membanjiri balairiung UI, gue tetep bahagia karena “GUE AKHIRNYA BISA MAIN GAMES BARENG RADITYA DIKA” woohoo. Kok bisa? Iya jadi ceritanya gini, Raditya Dika itu adalah salah satu bintang tamu acara talkshow bedah kampus, bukan Raditya Dika doang sih, ada Dennis Adhiswara, Geraldy, sama Oki Setiana Dewi (yang main Ketika Cinta Bertasbih). Singkat cerita, gue akhirnya main games sama mereka berempat dengan pasangan gue adalah Oki Setiana Dewi, nggak apa-apa lah yang penting kan gue bisa ketemu si Raditya Dika, hehehe.
Actually, acara bedah kampus kemarin buat gue bukan sebagai ajang cari ilmu tapi sebagai ajang cari makanan. Oh blame my eating passion! Setiap stand makanan gue datengin dan pastinya gue beli tuh makanan, lalu seolah-olah gue Bondan Winarno gue mulai mengomentari rasa makanan yang dijual di stand Bedah Kampus (walau nggak ada yang dengerin) ke temen-temen gue.
Petualangan makan-memakan makanan gue diakhiri dengan menaiki bis kuning keliling UI, sambil ditemani oleh beberapa mahasiswa UI yang emang udah tau banget daerah mereka. Mulailah gue menjelajah pelosok demi pelosok Universitas yang jadi impian hampir semua orang Indonesia dan patut diakui nggak ada yang sampe saat ini bisa nyaingin kehebatan UI di Indonesia. Awesome!!
Sementara Bis Kuning berjalan, tiba-tiba ada perasaan melintas di hati gue. What is that? Gue juga nggak tau apaan. Yang jelas tiba-tiba gue jadi merasa kayak orang paling bego sedunia. Iya bego! Akhirnya gue pun memulai percakapan dengan diri gue sendiri. Actually I used to do these thingy when I'm in trouble. Sharing with my alter ego is always so fun!
Gue as Dea. Alter ego gue as Andra.
Andra: Tell me who are you?
Dea: I'm Deandra. What else?
Andra: No, are you really you are?
Dea: What do you mean, uhm?
Andra: Have you ever realized or think what are you supposed to be in the future?
Dea: What the hell are you asking me? I didn't get it! I wanna be........uhm...uhm!
Andra: Either you cant tell me your dream, right?
Disitu gue merasa ditohok. Kayak ada batu yang ngeganjel di hati gue. Iya, gue bego. Karena 2 tahun lalu gue sering main-main sampe lupa belajar. Karena 2 tahun lalu gue jarang buka buku buat belajar, tapi kalo buka dompet buat jalan-jalan paling getol. And now? Look at me! Apa yang bisa gue lakukan sementara hidup gue di putih abu-abu tinggal beberapa bulan lagi. Dammit! Gue gak henti-hentinya nyalahin diri gue sendiri. Penyesalan ini makin bertambah pas gue ngeliat deretan gedung-gedung UI yang seakan ngetawain gue karena selama ini gue udah buang-buang waktu buat online, jalan-jalan, nonton pensi, dan hal-hal lain yang seharusnya (pada saat itu) gue manfaatin buat belajar.
Oke, akhirnya mulai hari itu gue mulai merubah gaya hidup gue. Dari yang setiap hari sekolah, makan, tidur sekarang menjadi sekolah, makan, belajar (sebentar) dan tidur. Kebiasaan itu udah dua minggu gue jalanin dan sekarang gue udah mulai kebiasa. Malah yang namanya belajar (sebentar) itu sekarang menjadi sebuah kebiasaan yang nggak bisa gue tinggalin. Layaknya gue makan makanan kesukaan gue, roti tawar. Begitu juga gue menganggap belajar. Belajar itu ibarat roti tawar. Bisa bikin kecanduan. Roti tawar itu ibarat belajar, sekalinya kita makan pasti kita mau nambah lagi. Gue punya mimpi, semua juga punya mimpi kan? Karena itu, sekarang kita mulai yuk buat belajar dan terus belajar. Nggak cuma dari buku, tapi dari pengalaman hidup yang selama ini terjadi sama kita. Karena dalam kamus gue nggak ada tuh kata GAGAL, yang ada hanya terlambat menyadari bahwa apapun yang ada di dekat kita itu berguna dan bermanfaat tapi kita nggak pernah memanfaatkan apa yang ada. Kita malah mencari-cari yang nggak ada.
Ternyata ada hikmahnya juga gue dateng ke bedah kampus. Selain main games bareng Raditya Dika, gue akirnya sadar kalo kegiatan itu harus dilandasi sama niat dan tekad yang kuat.