Selasa, 22 Desember 2009

25 Things I do in December

December 1st.

I'm welcoming December.

December 2nd.

I'm wishing something for this December.

December 3rd.

I'm going hectic in case of achieving my dreams.

December 4th.

I'm studying hardly. School test is almost coming.

December 5th.

I'm begging for a good score.

December 6th.

I'm starting to think of my certain future.

December 7th.

I'm suddenly thinking of something.

December 8th.

I'm crossing my finger.

December 9th.

First day of school test. Still, I'm thinking of something and what a heck it's YOU

December 10th.

I'm regretting of my foolishness as I'm studying hard.

December 11th.

Everyone needs to cry and so I'm crying, forget all these fuckin school test!

December 12th.

I'm trying to find your contact number, but no one left.

December 13th.

I'm looking at your gift. How sad.

December 14th.

I'm reading your letter, out loud! The way you said 'I Love You'

December 15th.

I'm reading your e-mail, still I'm crying.

December 16th.

I'm gladly saying I Miss You!

December 17th.

I'm remembering back the way we love each other.

December 18th.

I'm clueless in case of saying “Merry Christmas”

December 19th.

I'm thinking of you (again)

December 20th.

I'm dancing by myself, and you cross my mind.

December 21st.

I'm dreaming of you. Your calm face. Yeah, I miss you!

December 22nd. (The date that I'm currently writing this post)

I'm smirking instead of crying.

December 23rd.

I will stand still.

December 24th.

Hey guess, tomorrow will be yours! Should I say “Merry Christmas” ?

December 25th.

I don't know what to do but saying “I'm Missing You” my Snowman.

If There's a Will There's a Way


MAN JADDA WAJADA

This may sounds so cheesy, but I do believe this short quotes.
I found this quotes from "Negeri 5 Menara" book.
this quote means:
"Siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil"
Those words give me spirit somehow.
I'm a teenager. 12 year's student.
The national exam and college life is coming closer.
This is my labile phase of life.
That's why I need some spirits and supports.
And this quotes is like an ecstasy.
I got my feeling and passion back after I read this book.
Everytime I feel like I'm fail.
Everytime I feel like there's no one wants to hear me.
Everytime I give up in something.
And,
Everytime the laziness come to mine.
That is what I remember.
I'm learning.
I'm understanding.
I'm taking my own way.
Achieving my big dream.
Achieving my dream college.
Passed from national exam.
And make a better life.




Senin, 21 Desember 2009

I Miss Him !

It's so sad realizing that there's a hole in my heart. No one can heal it somehow.
Yeah, I do miss my role model. I miss Michael Joseph Jackson.
I miss him.
The way he dance.
The way he move.
The way he sing and say 'uh-uh-uh'
The way he shouts 'I-Love-You'
And...the way he give the warmness in every children he meet.
He is my hero.
I was listening to his music, when I thought that..
I miss him.



Even, when I started to listen my favourite song "The Way You Make Me Feel"
Somehow, I was looking back to the day when My father told me, He's the best pop singer that world ever had. Most talented person with a good way of thinking.
Man with a love, strange and spirit!
Man, with a power to live and make world believe, We should make a change.
Yeah, there he was.


"If You Wanna Make The World a Better Place
Take A Look At Yourself, And Then
Make A Change"
Michael Jackson (Man In the Mirror)


A little confession.

Hoaaaahm, I've been two weeks taking care of my YEAR BOOK Photoshoot and I'm so TIRED. I'm not complaining, really. I just feel depress. You know it's so hurt when I had a different idea, and no one agree, no one care. I've shout loudly, but...they never look at me :( :( :(

Minggu, 06 Desember 2009

Akhir dan Awal itu Mimpi

Saya dan kamu berawal dari serpihan mimpi.
Tiga tahun lalu dikumpulkan dalam kotak putih abu-abu yang harus diisi.
Diam, saling lihat depan belakang kanan, kiri.
Saya dan kamu berawal dari kepulan asap kecil obsesi.
Masa depan, cita-cita yang selama ini di otak, menemani.
Tekad, kemauan, usaha membeku dalam hati tiada mati.
Lalu (masih) saya dan kamu mulai belajar.
Tentang waktu yang enggan ditawar.
Dan semua, seperti roda, mulai berjalan, apa adanya.
Entah mengapa sekarang saya dan kamu menjadi kita.
Dengan pagi yang selalu setia menyapa.
Kita bersama.
Saat itulah kotak putih abu-abu itu terisi.
“Cerita dan Mimpi” adalah peran utama yang selalu mewarnai.
Hampir setiap hari, kita disitu.
Memberi rasa dalam tawarnya putih abu.
Karena, kita masih berkepala satu.
Segala kebahagiaan rasanya menjadi saksi bisu berjalannya waktu.
Lalu, kita berjalan lengang, tanpa menoleh kebelakang.

Sekarang kita mengerti. Kita tetap akan diakhiri oleh mimpi.
Matahari masih akan tetap tersenyum, menuntun langkah yang dikehendaki
Pagi masih akan tetap menyapa,
Mengajak kita untuk bangun dan meraih segenap asa.
Walaupun berakhir, masa-masa indah ini, masih akan ada, melekat, menempel,
dalam otak sampai mati.
Pada akhirnya gerbang pun terbuka,
Mengajak kita untuk melihat sisi lain dunia.
Pada akhirnya warna putih abu-abu pun luruh.
Oleh masa depan yang harus diraih walau dengan jutaan peluh.

Sabtu, 05 Desember 2009

Akibat Bedah Kampus UI

Hello people! It's very sad realizing that I'm a lack of updating. Kenapa? Karena terkadang gue suka mati gaya. Kenapa gue suka mati gaya? Karena terkadang apa yang gue tulis itu takut nggak mengena di hati kalian semua dan malah terkesan jayus. Kenapa gue takut? Karena gue nggak pake baju. Oh salah, ini karena gue masih belum punya kepercayaan diri yang cukup buat menulis.

Padahal banyak bangeuuudh (gak nyantai) loh yang mau gue ceritain. Diawali dengan kedatangan gue ke Universitas Indonesia untuk menghadiri acara Bedah Kampus yang buat gue seperti sunatan massal. Karena banyak banget orang yang dateng, kalo aja waktu itu gue bawa counter digital, bisa dipastikan yang dateng ke Bedah Kampus itu ada sekitar 13.400 orang (sebenernya ini kata anak UI). Tapi sesungguhnya dengan penuh sesak remaja-remaja seumuran gue yang membanjiri balairiung UI, gue tetep bahagia karena “GUE AKHIRNYA BISA MAIN GAMES BARENG RADITYA DIKA” woohoo. Kok bisa? Iya jadi ceritanya gini, Raditya Dika itu adalah salah satu bintang tamu acara talkshow bedah kampus, bukan Raditya Dika doang sih, ada Dennis Adhiswara, Geraldy, sama Oki Setiana Dewi (yang main Ketika Cinta Bertasbih). Singkat cerita, gue akhirnya main games sama mereka berempat dengan pasangan gue adalah Oki Setiana Dewi, nggak apa-apa lah yang penting kan gue bisa ketemu si Raditya Dika, hehehe.

Actually, acara bedah kampus kemarin buat gue bukan sebagai ajang cari ilmu tapi sebagai ajang cari makanan. Oh blame my eating passion! Setiap stand makanan gue datengin dan pastinya gue beli tuh makanan, lalu seolah-olah gue Bondan Winarno gue mulai mengomentari rasa makanan yang dijual di stand Bedah Kampus (walau nggak ada yang dengerin) ke temen-temen gue.

Petualangan makan-memakan makanan gue diakhiri dengan menaiki bis kuning keliling UI, sambil ditemani oleh beberapa mahasiswa UI yang emang udah tau banget daerah mereka. Mulailah gue menjelajah pelosok demi pelosok Universitas yang jadi impian hampir semua orang Indonesia dan patut diakui nggak ada yang sampe saat ini bisa nyaingin kehebatan UI di Indonesia. Awesome!!

Sementara Bis Kuning berjalan, tiba-tiba ada perasaan melintas di hati gue. What is that? Gue juga nggak tau apaan. Yang jelas tiba-tiba gue jadi merasa kayak orang paling bego sedunia. Iya bego! Akhirnya gue pun memulai percakapan dengan diri gue sendiri. Actually I used to do these thingy when I'm in trouble. Sharing with my alter ego is always so fun!
Gue as Dea. Alter ego gue as Andra.

Andra: Tell me who are you?
Dea: I'm Deandra. What else?
Andra: No, are you really you are?
Dea: What do you mean, uhm?
Andra: Have you ever realized or think what are you supposed to be in the future?
Dea: What the hell are you asking me? I didn't get it! I wanna be........uhm...uhm!
Andra: Either you cant tell me your dream, right?

Disitu gue merasa ditohok. Kayak ada batu yang ngeganjel di hati gue. Iya, gue bego. Karena 2 tahun lalu gue sering main-main sampe lupa belajar. Karena 2 tahun lalu gue jarang buka buku buat belajar, tapi kalo buka dompet buat jalan-jalan paling getol. And now? Look at me! Apa yang bisa gue lakukan sementara hidup gue di putih abu-abu tinggal beberapa bulan lagi. Dammit! Gue gak henti-hentinya nyalahin diri gue sendiri. Penyesalan ini makin bertambah pas gue ngeliat deretan gedung-gedung UI yang seakan ngetawain gue karena selama ini gue udah buang-buang waktu buat online, jalan-jalan, nonton pensi, dan hal-hal lain yang seharusnya (pada saat itu) gue manfaatin buat belajar.

Oke, akhirnya mulai hari itu gue mulai merubah gaya hidup gue. Dari yang setiap hari sekolah, makan, tidur sekarang menjadi sekolah, makan, belajar (sebentar) dan tidur. Kebiasaan itu udah dua minggu gue jalanin dan sekarang gue udah mulai kebiasa. Malah yang namanya belajar (sebentar) itu sekarang menjadi sebuah kebiasaan yang nggak bisa gue tinggalin. Layaknya gue makan makanan kesukaan gue, roti tawar. Begitu juga gue menganggap belajar. Belajar itu ibarat roti tawar. Bisa bikin kecanduan. Roti tawar itu ibarat belajar, sekalinya kita makan pasti kita mau nambah lagi. Gue punya mimpi, semua juga punya mimpi kan? Karena itu, sekarang kita mulai yuk buat belajar dan terus belajar. Nggak cuma dari buku, tapi dari pengalaman hidup yang selama ini terjadi sama kita. Karena dalam kamus gue nggak ada tuh kata GAGAL, yang ada hanya terlambat menyadari bahwa apapun yang ada di dekat kita itu berguna dan bermanfaat tapi kita nggak pernah memanfaatkan apa yang ada. Kita malah mencari-cari yang nggak ada.

Ternyata ada hikmahnya juga gue dateng ke bedah kampus. Selain main games bareng Raditya Dika, gue akirnya sadar kalo kegiatan itu harus dilandasi sama niat dan tekad yang kuat.