Rabu, 30 Juni 2010

Cerita si Sulung

Papa,
Semua indah semenjak 18 tahun yang lalu. Semua begitu indah.
Sekarang juga akan tetap indah.
Dengan berjejer foto papa tampan tertawa.
Dengan jutaan kenangan yang papa tinggalkan.
Semua akan indah.

Tapi 8 Juni 2010 tidak akan sebahagia hari yang lain.
Ketika anak papa diterima di jurusan Ilmu Pemerintahan di sebuah Universitas Negeri.
Ketika anak papa dengan gembira berteriak "Papa aku dapet FISIP"
Papa tau kan?
Itu yang anak papa mau. Bahkan dari semenjak ia mengenakan putih abunya.
Papa selalu tahu itu.
Karena anak papa tidak akan melewati satupun hari tanpa bercerita.
Tentang sekolah, cita-cita, cinta, dan segalanya yang papa harus tau.
Papa tau segala sesuatu tentang anak perempuan sulungnya.
Karena sebelum tidur,
Selama papa terbaring tak berdaya..
Anak perempuan papa selalu memeluk papa..
Mendoakan papa agar papa cepat sembuh dan bisa kembali ceria..
Lalu papa mulai bercerita
Tentang hidup dan harapannya kepada anak perempuan yang sedang memeluknya.
Papa adalah papa nomor 1 didunia.
Tidak pernah menuntut lebih, tidak juga memaksakan kehendak.
Papa hanya mau anaknya memilih apa yang disukainya, dan papa berjanji akan menuntun anak perempuannya meraih cita-cita.

Tapi, 8 Juni 2010 tidak akan bisa menggantikan jutaan kenangan yang pernah ada.
Ketika setelah anak sulungnya menunggu jawaban papa.
Papa berusaha bicara. Berusaha menggerakan stroke di kaki kanannya.
Berusaha mengambil handphone yang sedari tadi di pegang mama.
Berusaha bicara..tapi terbata.
Papa, jangan dipaksa. Istirahatlah.
Dan akhirnya setelah itu..
Papa istirahat untuk selamanya.
Selamanya...
Papa sembuh
Selamanya..
Papa bahagia
Selamanya...

Papa meninggalkan anak sulungnya yang membohongi hatinya.
Berusaha kuat, tidak menangis, tidak bersedih, bahkan anak sulungnya berusaha menenangkan semua orang yang papa tinggal pergi.
Tapi, kenyataan berbeda.
Anak sulungnya menangis dan menjerit dalam hati.
Anak sulungnya kecewa. "Papa belum lihat aku dengan almamater kampusku! Papa belum lihat aku memegang ijazah SMA tanda kelulusan. Papa pergi sesaat setelah aku menelepon Papa. Papa, kenapa secepat ini?" Begitu berulang kali yang ia raung dalam hati.
Anak sulungnya enggan menangis.
Anak sulungnya seolah tidak peduli dan tidak merindukan papa.
Padahal, didalam hatinya.......

"Pa, aku kangen. Aku kangen ketika kita harus berhenti di suatu waktu. Bercerita di meja makan. Hanya kita berdua sementara adik-adik pergi mengaji. Aku kangen ketika papa masuk ke kamar ku dan mengomentari segala sudut yang papa bilang 'Ini masih kotor, bersihin lagi' aku kangen ketika papa menemani aku lari pagi sementara papa bersepeda dan kita masih saja berdiskusi..Apapun, pa. Kita tidak pernah beda pendapat. Selalu sama. Aku kangen mie goreng bikinan papa, aku kangen papa yang setiap malam minggu duduk di bangku ruang tamu menunggu aku pulang hingga larut malam, bahkan aku kangen 23 April. Tanggal dimana aku berulang tahun dan sewaktu ada papa. Papa lah yang pertama membuka pintu kamar, memeluk dan cium pipi aku hampir selama 18 tahun ini. Aku kangen itu semua"

Begitulah kira-kira si anak sulung selalu bicara setiap malam.
Ketika lampu padam, mama dan adik-adik pun sudah lelap.
Anak sulungnya terjaga..
Dalam ketidak mampuan yang tak terhingga untuk menggapai Papa.
Dalam sesak dada karena seharian menahan tangis dan rindu yang tiada tara.
Anak sulung itu menangis.
Merindukan sang papa yang pasti sedang tertawa di sisi Sang Maha Pencipta.



PS: Aku punya cerita pa, nanti ya kalo aku main ke tempat papa. Dia orang baik, pasti papa suka dan setuju :) . Oh iya, ada salam dari Anya dan Aget, rapot mereka semester ini naik loh :) Aku juga, nilai rapotku bagus. Usaha mama makin maju loh pa, papa harus tau itu semua. Aku ada banyaaak sekali cerita. See you soon. I love you :)

Selasa, 22 Juni 2010

Glee

#glee : hello - I can see it in your eyes
I can see it in your smile
You’re all I’ve ever wanted
And my arms are open wide
Cause you know just what to say
And you know just what to do
And I want to tell you so much
I love you

Senin, 21 Juni 2010

I WOULD KILL TO GO BACK!






I miss you DAD!!